• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Friday, June 5, 2026
aktahud.co - Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate
  • Home
  • Advetorial
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekobis
  • Lingkungan
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekobis
  • Lingkungan
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
aktahud.co - Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate
No Result
View All Result

Mekongga: Antara Warisan Leluhur dan Godaan Zaman

by Redaksi
October 22, 2025
0
Mekongga: Antara Warisan Leluhur dan Godaan Zaman

Hedianto Ismail I Langgai Tonggi Sura Tadu Bilangari

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Opini

AKTAHUD.CO – Di tengah gelombang modernisasi yang merambah hingga ke pelosok negeri, satu hal yang tetap harus dijaga adalah warisan leluhur. Salah satu warisan itu adalah Kerajaan Mekongga — kerajaan adat yang telah berdiri sejak abad ke-13 di tanah Sulawesi Tenggara, dengan Sangia Larumbalangi sebagai Raja pertamanya.

Sebagai sistem monarki tradisional, Mekongga tidak hanya dibangun di atas struktur kekuasaan, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai spiritual dan adat. Kepemimpinan seorang Raja bukan hasil pemilihan atau kontestasi, melainkan amanah yang diwariskan melalui garis keturunan dan ditetapkan secara adat oleh para tetua yang memahami silsilah, tatanan, dan makna spiritual dari jabatan tersebut.

BacaJuga

Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo

Polres Konawe Bongkar Tambang Pasir Ilegal di Unaaha, Excavator dan Uang Tunai Diduga Hasil Tambang Disita

Namun, akhir-akhir ini muncul usulan untuk mengubah sistem ini: membuka ruang pemilihan Raja atau Bokeo Mekongga secara terbuka di antara keluarga kerajaan. Usulan ini, bagi saya, adalah bentuk penyimpangan dari nilai-nilai yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bila jabatan Raja dijadikan ajang kontestasi politik atau tarik-menarik kepentingan, maka kita tidak hanya mengoyak tatanan adat, tapi juga menggerus kehormatan yang selama ini dijaga oleh para leluhur.

Sebagai bagian dari trah Mokole Singgere yang hidup dan tumbuh di wilayah adat Mekongga, saya memandang bahwa posisi Raja bukan sekadar jabatan struktural. Ia adalah simbol keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur. Mengubah cara penetapannya demi alasan “demokrasi” atau “keterbukaan” justru berisiko mencabut akar dari keberadaan kerajaan adat itu sendiri.

Kekhawatiran ini semakin kuat ketika melihat bagaimana tanah Mekongga kini menjadi incaran karena potensi tambangnya yang besar. Ada tanda-tanda bahwa perubahan sistem adat dimanfaatkan untuk membuka jalan bagi kepentingan-kepentingan ekonomi tertentu. Ini bukan hanya soal siapa yang menjadi Raja, tapi soal bagaimana kekuasaan bisa dijadikan pintu masuk untuk mengeksploitasi tanah adat.

Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak baik internal kerajaan maupun masyarakat umum untuk mengembalikan proses penetapan Raja kepada aturan adat yang asli. Biarlah mekanisme adat yang suci tetap menjadi penentu utama, bukan logika politik atau uang.

Mekongga adalah warisan, bukan alat. Ia berdiri di atas nilai, bukan kepentingan. Mari kita jaga marwahnya, sebagaimana para leluhur menjaganya untuk kita hari ini.

 

Oleh: Hedianto Ismail I Langgai Tonggi Sura Tadu Bilangari

Catatan Redaksi:

Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Tags: BudayaSultraMekongga
Previous Post

Bupati Yusran Akbar Sentil Peran Irigasi: Kunci Swasembada Pangan Ada di Petani

Next Post

SPBUN FPE Konawe Selatan Buka Data Transaksi: Tak Ada Pelanggaran

Related Posts

Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo
Opini

Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo

by Redaksi
June 5, 2026
0

AKTAHUD.CO, Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni tidak lagi cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan untuk mengingatkan pentingnya...

Read more
Polres Konawe Bongkar Tambang Pasir Ilegal di Unaaha, Excavator dan Uang Tunai Diduga Hasil Tambang Disita

Polres Konawe Bongkar Tambang Pasir Ilegal di Unaaha, Excavator dan Uang Tunai Diduga Hasil Tambang Disita

June 3, 2026
Kasus Doxing Wartawan Dilaporkan ke Polda Sultra

Kasus Doxing Wartawan Dilaporkan ke Polda Sultra

June 3, 2026
AJI dan KKJ Sultra Soroti Doxing terhadap Jurnalis, Desak Polisi Bertindak

AJI dan KKJ Sultra Soroti Doxing terhadap Jurnalis, Desak Polisi Bertindak

June 2, 2026
Pria 41 Tahun Diciduk Polisi di Abuki karena Dugaan Kepemilikan Sabu

Pria 41 Tahun Diciduk Polisi di Abuki karena Dugaan Kepemilikan Sabu

May 31, 2026
aktahud.co – Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Follow Us

Kategori Utama

  • Advetorial
  • Budaya
  • Ekobis
  • Hukum & Kriminal
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Unaaha FC Amankan Tiket 32 Besar Kemenangan atas Binjai City Mengantar Wakil Sultra Terus Berburu Prestasi di Pentas Nasional

Unaaha FC Amankan Tiket 32 Besar Kemenangan atas Binjai City Mengantar Wakil Sultra Terus Berburu Prestasi di Pentas Nasional

June 5, 2026
Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo

Membaca Ekodiplomasi dan Posisi Geopolitik Indonesia di Era Prabowo

June 5, 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2025 www.aktahud.co

No Result
View All Result
  • Home
  • Advetorial
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekobis
  • Lingkungan
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini

Copyright © 2025 www.aktahud.co