AKTAHUD.CO, Konawe – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Konawe mulai memanaskan mesin politik jelang kontestasi pemilu. Melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak dan pendidikan politik yang digelar Sabtu, 23 Mei 2026, partai berlambang banteng moncong putih itu menegaskan ambisi merebut kembali dominasi politik di Konawe.
Mengusung tema “Solid Bergerak, Menyatu dan Bekerja untuk Rakyat”, agenda yang berlangsung di Aula Al Ghisan, Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, itu menjadi ajang konsolidasi internal partai hingga tingkat akar rumput. Seluruh struktur partai mulai dari pengurus DPC, PAC, anak ranting hingga jajaran PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara hadir dalam forum tersebut.
Ketua DPC PDIP Konawe, Rusdianto, mengatakan pelaksanaan Musancab merupakan instruksi langsung dari DPD PDIP Sultra yang wajib dijalankan seluruh struktur partai di daerah.
“Awalnya agenda ini direncanakan berlangsung pada Juni. Tetapi karena ada instruksi dari DPD, maka DPC wajib melaksanakan. Alhamdulillah hari ini bisa kita laksanakan bersama,” jelas Rusdianto.
Di hadapan kader partai, Rusdianto menegaskan target politik PDIP Konawe pada pemilu mendatang. Ia menyebut konsolidasi organisasi hingga tingkat desa menjadi langkah penting untuk mengembalikan kejayaan partai di daerah tersebut.
“Kita berjuang bersama di partai ini dan target kita jelas, kembali menjadi pemenang pada Pemilu 2031 mendatang,” jelasnya.
Rusdianto mengungkapkan, meski jadwal nasional pemilu disebut berlangsung pada 2029, berkembang informasi mengenai kemungkinan pelaksanaan pemilu daerah pada 2031.
Karena itu, menurut dia, penguatan struktur partai harus dilakukan lebih dini.
Dalam forum tersebut, mantan Wakil Ketua DPRD Konawe itu juga memaparkan perkembangan struktur PDIP di Konawe yang kini menjangkau 28 kecamatan serta 348 desa dan kelurahan.
Namun, hingga Musancab digelar, baru 26 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang menyelesaikan proses pengusulan kepengurusan. Dua kecamatan yang belum rampung ialah Rauta dan Wonggeduku Barat.
Menurut Rusdianto, kendala geografis menjadi penyebab utama keterlambatan pembentukan kepengurusan di Kecamatan Rauta.
Adapun di Wonggeduku Barat, proses pengusulan tersendat karena pengurus lama belum menuntaskan tahapan administrasi sehingga DPC mengambil alih proses tersebut.
“Kami targetkan dalam satu minggu ke depan dua kecamatan ini sudah tuntas dan segera kami usulkan ke DPD,” ujarnya.
Rusdianto menilai kekuatan utama PDIP Konawe masih bertumpu pada loyalitas kader lama yang selama bertahun-tahun menjaga struktur partai hingga tingkat bawah. Mayoritas pengurus PAC saat ini, kata dia, merupakan kader senior yang telah memahami dinamika perjuangan partai.
“Sekitar 90 persen pengurus PAC adalah wajah lama yang sudah bersama kita 10 sampai 20 tahun. Kami tahu kelebihan dan kekurangan mereka, tetapi keyakinan kami, di tangan mereka PDIP Konawe bisa kembali menang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kader legislatif PDIP agar tetap menjaga hubungan dengan struktur partai di tingkat PAC dan ranting. Menurut dia, kekuatan politik partai tidak semata ditentukan oleh penguasaan eksekutif, melainkan soliditas organisasi hingga level terbawah.
“Kita mungkin tidak mengendalikan eksekutif di daerah ini, tetapi kita ada di legislatif sebagai pucuk pimpinan. Itu harus dijaga dan dipelihara terus sampai tingkat ranting,” katanya.
Rusdianto bahkan mengklaim PDIP Konawe saat ini menjadi partai dengan struktur organisasi paling lengkap hingga tingkat ranting di Kabupaten Konawe.
“Kalau bicara struktur partai, saya kira PDIP adalah yang paling lengkap sampai tingkat ranting di Kabupaten Konawe saat ini,” tutup Rusdianto. (**)














