AKTAHUD.CO, Konawe – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan olahraga daerah melalui pembukaan Turnamen Sepak Bola Mini Arsyila X 27 Group Cup I di Lapangan Pomakata, Kelurahan Pondidaha, Kecamatan Pondidaha, Minggu, 17 Mei 2026.
Turnamen yang diikuti 32 tim itu dibuka langsung oleh Ketua KONI Konawe, Rusdianto. Agenda pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri Ketua Asosiasi Pengurus Provinsi Komite Sepak Bola Mini Indonesia (ASPROV KSMI) Sulawesi Tenggara Agusalim Sapri, jajaran pengurus KONI Konawe, anggota DPRD Konawe Abd. Rahim Lahusi, pemerintah setempat, panitia penyelenggara, serta para peserta.
Di hadapan peserta dan tamu undangan, Rusdianto menyebut penyelenggaraan turnamen tersebut sebagai sinyal positif bagi penguatan ekosistem olahraga, khususnya sepak bola mini, di Kabupaten Konawe.
“Ini merupakan langkah maju dalam pembinaan dan pengembangan olahraga di Konawe, khususnya cabang sepak bola mini,” kata Rusdianto.
Ia menilai kompetisi semacam ini bukan sekadar ajang adu kemampuan di lapangan, melainkan ruang pembinaan yang dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial untuk mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.
Meski demikian, Rusdianto mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya orientasi. Menurut dia, sportivitas harus tetap menjadi fondasi utama sepanjang turnamen berlangsung.
“Prestasi itu penting, namun sportivitas tetap yang utama. Tunjukkan bahwa kalian memang layak menjadi juara,” ujarnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Konawe itu juga meminta seluruh pihak, mulai dari panitia, pemain, hingga suporter, menjaga keamanan dan ketertiban agar kompetisi berjalan lancar sampai partai puncak.
Ia berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi kompetisi berkelanjutan yang konsisten melahirkan regenerasi atlet sepak bola mini di Konawe.
“Semoga setelah Arsyila X 27 Group Cup I ini akan hadir Cup II dan seterusnya,” katanya.
Sepak bola mini sendiri kini mulai menancapkan pijakan lebih kuat di Sulawesi Tenggara setelah resmi bergabung sebagai anggota KONI Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan Agusalim Sapri.
Masuknya cabang olahraga itu ke dalam struktur resmi pembinaan olahraga daerah dinilai membuka peluang lebih besar bagi pengembangan organisasi, peningkatan kualitas kompetisi, serta pembinaan atlet yang lebih terarah di masa mendatang. (**)














