AKTAHUD.CO, Konawe – Penunjukan Unaaha FC sebagai tuan rumah putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 disambut antusias Pemerintah Kabupaten Konawe. Momentum ini dinilai sebagai peluang langka yang tak hanya mengangkat prestasi olahraga, tetapi juga membawa nama daerah ke panggung nasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Konawe, H. Jahiuddin, menyebut keberhasilan klub kebanggaan masyarakat Konawe menembus kompetisi nasional sebagai capaian yang patut dibanggakan. Menurut dia, kiprah Unaaha FC membuktikan daerah di jazirah Sulawesi juga mampu bersaing dengan klub-klub mapan dari luar daerah.
“Secara pribadi saya sangat salut dan bangga dengan hadirnya Unaaha FC di level nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Konawe dan Sulawesi Tenggara karena klub ini mampu bersaing dengan tim-tim besar dari Pulau Jawa,” ujar Jahiuddin saat ditemui, Selasa sore, 12 Mei 2026.
Bagi Jahiuddin, sepak bola bukan semata urusan pertandingan di lapangan. Lebih dari itu, olahraga ini menjadi medium efektif memperkenalkan identitas daerah kepada publik yang lebih luas.
Ia menilai, tampilnya Unaaha FC di pentas nasional akan memantik rasa ingin tahu publik terhadap Kabupaten Konawe, daerah yang selama ini lebih dikenal karena potensi sumber daya alamnya.
“Orang-orang nantinya akan bertanya, di mana itu Konawe? Dengan munculnya Unaaha FC di pentas nasional, otomatis Konawe akan semakin dikenal luas,” katanya.
Jahiuddin juga menyoroti dampak ekonomi yang berpotensi lahir dari kehadiran kompetisi nasional di Konawe. Menurut dia, perhatian publik terhadap Unaaha FC dapat membuka ruang investasi baru di luar sektor pertambangan.
“Dampaknya sangat positif untuk pembangunan daerah. Investasi itu bukan hanya di sektor pertambangan, tetapi bisa juga di bidang usaha lain seperti rumah makan, hotel, dan sektor jasa lainnya,” jelasnya.
Karena itu, ia mendesak adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah maupun kalangan dunia usaha. Menurut dia, status Unaaha FC saat ini bukan lagi sekadar mewakili klub lokal, melainkan membawa nama Konawe dan Sulawesi Tenggara di level nasional.
“Konawe dan Sulawesi Tenggara sedang diwakili oleh Unaaha FC. Jangan sampai mereka bertanding tanpa perhatian dari pemerintah daerah. Kita tahu sepak bola membutuhkan dukungan finansial yang kuat agar klub bisa berkembang,” tegasnya.
Ia mengaku akan menyampaikan langsung kepada pimpinan daerah agar dukungan terhadap perjuangan Unaaha FC tidak berhenti pada apresiasi simbolik, melainkan diwujudkan dalam langkah konkret.
Sorotan serupa diarahkan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe, terutama di kawasan industri Morosi dan Routa. Jahiuddin menilai, kontribusi sektor industri terhadap pengembangan olahraga daerah sudah semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial mereka.
“Saya berharap para pelaku industri, baik yang ada di Morosi maupun Routa, jangan hanya mengambil potensi sumber daya alam daerah, tetapi juga harus ikut membantu pengembangan potensi olahraga daerah,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah, kata dia, keterlibatan dunia usaha menjadi kebutuhan mendesak agar operasional tim tetap terjaga.
“Paling tidak mereka bisa membantu operasional tim. Karena kalau hanya berharap dari pemerintah daerah, tentu sangat terbatas,” pungkasnya. (**)














